PENYAKIT DEMAM BABI AFRIKA (African Swine Fever-ASF)

PENYAKIT DEMAM BABI AFRIKA (African Swine Fever-ASF)
Share Artikel Ini Di Media Sosial

PENYAKIT DEMAM BABI AFRIKA (African Swine Fever-ASF)

 

Apa Sebenarnya Penyakit Demam Babi Afrika – ASF?

Penyakit demam babi Afrika atau ASF dibawa oleh virus yang menyerang babi hutan atau babi peliharaan di peternakan. Binatang yang terinfeksi mengalami demam tinggi dan pendarahan di organ bahagian dalam tubuhnya. Sekitar 90% babi hutan yang terinfeksi ASF mati dalam jangka waktu seminggu.

 

Penyakitnya menular melalui kontak dengan cairan tubuh atau darah babi hutan atau babi ternak yang terinfeksi. Virus yang masih tetap aktif dalam bangkai haiwan yang mati akibat penyakitnya, bahkan sampai beberapa bulan atau tahun. Tapi penyakit ini biasanya tidak menular pada manusia.

 

 

Dari Mana Asal Penyakit Demam Babi Afrika?

Seperti tersirat dari namanya, penyakit swine fever atau demam babi ini asalnya dari Afrika. Diagnosa pertama berasal dari tahun 1910 saat Inggris menjajah Kenya. Bersama dengan kolonialisme juga para penjajah membawa ternakan babi Eropah ke Afrika Timur. Peternakan besar jadi persemaian ideal bagi virus ASF. Dan peternak babi di Afrika berulangkali dilanda wabak ini pada abad yang lalu.

 

Demam babi Afrika pertama kalinya masuk ke Eropa tahun 2007 lewat kawasan Kaukasus, dari sana kemudian menyebar ke Rusia lalu ke kawasan Baltik, Polandia dan negara-negara Eropa timur lainnya. Bulan September 2018 penyakit demam babi ditemukan di Belgia. Tahun 2020 Jerman mengkonfirmasi menemukan bangkai seekor babi hutan yang mati akibat ASF.

 

 

Bagaimana Cara Penyebaran Virus?

Di Afrika virus menular melalui sejenis kutu. Di Eropa penyebarannya terutama melalui import babi yang terinfeksi atau produk olahan daging babi seperti sosej babi, atau akibat tidak menerapkan aturan kebersihan. Babi hutan sebenarnya hanya memainkan peranan sangat kecil dalam penyebaran virusnya.

 

Faktor risiko terbesar dalam penyebaran wabak ASF adalah manusia. Banyak yang membuang sisa daging secara sembarangan. Sementara di peternakan atau pertanian, masih banyak yang tidak mengindahkan peraturan kebersihan. Padahal peraturan ini dibuat untuk melindungi ternakan dari penyakit dan juga peternaknya dari kerugian.

 

Apakah Sudah Ada Vaksinnya?

Sehingga kini di kawasan Uni Eropa belum ada vaksin anti ASF. Di seluruh dunia, dilakukan research dalam beragam cara. Cina tergolong negara yang paling depan dalam research vaksin anti demam babi ini, karena wabahnya pada tahun 2018 di Cina menimbulkan kerugian ekonomi besar. Itu sebabnya, Cina menjadi negara pertama yang melarang import daging babi dari Jerman, sebagai tindakan preventif.

 

Para peneliti Cina mengumumkan bulan March 2010, berhasil mengembangkan vaksin yang aman, yang mampu melindungi babi dari ASP. Ujian lapangan pertama dilaporkan sukses. Ujian kini akan dilakukan dalam skala lebih luas.

 

Namun diragukan bahwa vaksin ini bisa dengan cepat diizinkan beredar di Eropa. Pasalnya, vaksin buatan Cina diproduksi pada babi hidup di dalam sum-sum tulang belakangnya. Sementara aturan di Eropa, vaksin harus dibuat dari kultur sel bersertifikat di laboratorium. Juga vaksin buatan Cina dikembangkan pada babi peliharaan di rumah, bukan untuk babi di peternakan.

 

Jika vaksin untuk babi peliharaan yang aman sudah dipasarkan, vaksinnya akan diujikaji pada babi hutan. Untuk itu diperlukan rangkaian ujikaji panjang dalam beberapa fasa. Dengan itu diharapkan penyebaran wabah melalui babi hutan dapat dikurangkan.

 

Apa Gejala Demam Babi Afrika?

  • Umumnya babi yang dijangkiti ASF akan mengalami suhu badan yang tinggi dan
  • kehilangan selera makan
  • gejala lain termasuk muntah, cirit-birit,
  • kesukaran bernafas serta berdiri. Tiada rawatan untuk penyakit ini manakala bagi sesetengah versi pula boleh mempunyai kadar kematian 100% dalam keadaan tertentu. Penyakit ini tidak sama dengan selesema babi.

 

  

Antara Langkah Yang Diambil Oleh Jabatan Perkhidmatan Veterinar (DVS) Untuk Membendung Wabak ASF

  • mengeluarkan Notis Perintah Kuarantin kepada ladang babi yang berkaitan dan menyekat pergerakan babi.
  • Babi dari ladang yang berkaitan juga akan dimusnahkan di bawah Seksyen 19 Akta Haiwan 1953 (Pindaan 2013)
  • manakala babi dari ladang yang disahkan bebas jangkitan dibenarkan disembelih di pusat penyembelihan yang diluluskan sahaja,
  • bagaimanapun, sembelihan dan daging babi tidak dibenarkan untuk diangkut ke negeri lain.

 

Apakah Penyakit Demam Babi Afrika Bahaya Kepada Manusia?

  • orang ramai tidak perlu panik kerana penyakit ASF penyakit tidak zoonotik, iaitu tidak berjangkit kepada manusia.
  • Sebagai langkah keselamatan, daging babi perlu dimasak pada suhu sekurang-kurangnya 70 darjah Celsius selama 30 minit untuk mematikan virus,”

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *